Keberadaan SU-35 di Indonesia

Su-35

Su-35s (knaapo.ru)

Baiklah, jika sebelumnya belum ada statemen yg benar-benar kuat untuk membuktikan bahwa SU-35 sudah menjadi milik TNI-AU….saya akan langsung saja mengutarakan logika saya sebagaimana selama ini menepis keberadaan SU-35 di NKRI.

List A1 Nara (TNI-AU) :

sumber :

  1. http://patriotgaruda.com/2014/11/14/list-pengadaan-alutsista-tni-au-2014-2015-update-part-2/
  2. http://alutsista-indonesia.blogspot.co.id/2014/03/a1-list.html

Sebelum menuju ke pembahasan, ada info resmi dari pemerintah sebagai pembanding atas List A1 tersebut. Berikut pernyataan resmi yang pernah dimuat di JakartaGreater.com :

Dalam pertemuan dengan media di Puspen TNI sekitar bulan september 2014, Kadispenau Marsma TNI Hadi Tjahjanto, S.IP yang mendampingi Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya memaparkan rencana strategis Minimum Essential Force (MEF) TNI AU th 2009-2024.

Berikut diantaranya :

Pesawat :

  • 11 Skadron Udara Tempur
  • 6 Skadron Udara Angkut
  • 2 Skadron VIP/VVIP
  • 2 Skadron Udara intai
  • 4 Skadron Udara Helikopter
  • 2 Skadron Udara Latih
  • 2 Skadron Udara UAV

Pertahanan Udara

  • 32 Satuan Radar
  • 4 Satbak Rudal Jarak Sedang
  • 18 Baterei PSU Jarak Pendek

Organisasi

  • 10 Lanud Tipe A
  • 12 Lanud Tipe B
  • 14 Lanud Tipe C
  • 8 Lanud Tipe D
  • 16 Detasemen
  • 65 Pos TNI AU
  • 3 Wing Paskhas
  • 7 Depohar (26 Sathar)
  • 9 Skatek

 

Sumber : Majalah ANGKASA Edisi No 1 Oktober 2014/Th. XXV

( http://jakartagreater.com/menengok-kembali-rencana-strategis-minimum-essential-force-mef-tni-au-th-2009-2024/ )

Berdasarkan info (clue) dari “List A1 Nara” dan diperkuat oleh pengamatan, penjelasan dan intuisi salah satu sumber “bisa jadi” SU-35 kita sudah masuk kandang, namun kita belum mengetahuinya. Bagaimana penjelasan pihak terkait yaitu pemerintah, TNI-AU dan pihak produsen. Berikut adalah info-info yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

PIHAK PEMERINTAH :
Sampai saat ini belum ada rilis resmi dari pemerintah baik dari Kementrian Pertahanan, DPR, maupun Presiden dan Wakil Presiden mengenai kepemilikan SU-35 oleh Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya pemberitaan dari media-media, baik dari dalam maupun luar negeri. Adapun pemberitaan yang selama ini ada, hanya sebatas “wacana” pemerintah untuk meng-akuisisi Super Flanker dari Russia. Dikarenakan hal tersebut kita lewatkan bagian ini dan melangkah ke pihak user, yaitu TNI-AU. (info lebih lanjut : http://kemhan.go.id)

PIHAK USER (TNI-AU) :
Sama halnya dengan pemerintah, TNI-AU belum pernah mengakui sudah memiliki SU-35 di hangar mereka. Itu dibuktikan dengan tidak adanya rilis resmi mengenai kepemilikan SU-35 oleh TNI-AU yang sudah ada di Indonesia. Sekali lagi, info-info yang tersebar di media hanya sebatas “wacana” untuk memiliki SU-35 yang direncakan menggantikan pesawat F-5E/F Tiger II milik TNI-AU. Karena belum mendapatkan info yang diharapkan dari pihak konsumen dalam negeri (TNI-AU), langsung saja menuju pihak produsen. (info lebih lanjut : http://tni-au.mil.id dan http://tni.mil.id)

PIHAK PRODUSEN :
Dari pihak produsen juga masih sama, belum ada rilis resmi dari mereka. Namun jangan putus harapan dulu, ada beberapa pernyataan yang sudah dirilis oleh pihak produsen yang bisa dijadikan referensi.
(Anda bisa mengikuti update terbaru di : http://sukhoi.org/eng/news/ )

  • Pengakuan pertama (Pihak Sukhoi) :

Sukhoi Company displays its military and civil products at the Indodefence-2012 air show
Moscow, November 7. Sukhoi Company displays its military and civil products at the international exhibition of defense technology Indodefence-2012 that was opened today in Jakarta (Indonesia). Professionals and visitors to the exhibition will be able to learn the specifications and combat capabilities of the latest super-maneuverable Su-35 fighter and two-seat Su-30MK2 fighter. Sukhoi Superjet 100 regional airliner will also be present аt the exposition of JSC „United Aircraft Corporation” (UAC) at the air show.
Indonesia is an important partner for Russia in the sphere of military-technical cooperation. At present the Indonesian Air Force has 10 “Su” — family fighters in service: five Su-27SKM and five Su-30MK2. In late 2010 a new contract was signed for the supply to Indonesia of six Su-30MK2 multi-role fighters.
(http://sukhoi.org/eng/news/company/?id=5000)

Pernyataan diatas menjelaskan bahwa pihak-pihak professional (dalam hal ini pemerintah dan TNI) dan pengunjung dapat mempelajari spesifikasi dan kemampuan tempur dari generasi terbaru pesawat tempur bermanuver super SU-35 dan SU-30MK2 bertempat duduk ganda.
Dari pernyataan tersebut memungkinkan SU-35 dan SU-30MK2 “berada di Indonesia” untuk mengikuti pameran Indodefense pada 2012 lalu. Dan memungkinkan TNI-AU berkesempatan menaiki pesawat tempur tersebut. Nahh, SU-35 mungkin pernah di Indonesia meskipun hanya sebatas “barang dagangan”.
Selain keterangan diatas, terdapat info dalam brosur Knaaz (nama lain dari Knaapo) yaitu salah satu anak perusahaan Sukhoi. Berikut adalah brosurnya :

Jika tulisan dari daftar Su-family yang telah diekspor ke Indonesia (dalam booklet tersebut ) kurang jelas untuk dibaca, silahkan lihat versi zoom dibawah ini :

Satu lagi info yang didapatkan bahwa SU-35 tidak ada dalam daftar tersebut, yang artinya pesawat tempur tersebut belum pernah diekspor ke Indonesia dan itu membuktikan bahwa NKRI belum memiliki SU-35. Jika barangnya belum dimiliki bagaimana bisa ada di hangar TNI-AU?
Untuk lebih lengkapnya  anda bisa mengundunh brosur tersebut dari situs resmi Knaapo selaku anak perusahaan dari Sukhoi. Berikut link filenya :
http://www.knaapo.ru/upload/iblock/a6c/knaaz_boklet.pdf

  • Pengakuan kedua (Pihak Rosoboronexport – selaku eksportir alusista Russia) :

05.11.2014
PRESS-RELEASE
Rosoboronexport planning to sign new contracts with Indonesia
Rostec’s weapons export subsidiary, Rosoboronexport, is to put on display at Indo Defense 2014 – to take place in Djakarta on November 5-8, 2014 – a range of the most advanced military equipment for all services of Indonesia’s Armed Forces.
….
Rosoboronexport is ready to deliver additional batches of BMP-3F IFVs (thanks to efforts of the special exporter one BMP-3F of the Indonesian Marine Corps is to be brought to the exhibition) and Mi-8/17 military transport helicopters the Indonesian Armed Forces operate today.
The Su-35 advanced multi-role fighter, Il-76MD-90A transport aircraft, BTR-80A APC, Vena SP artillery system, PTS-4 advanced tracked amphibious carrier, Kornet-EM AT missile system, Pantsir-S1 AD missile/gun system, Project 636 diesel submarine and Yakhont anti-ship missile also draw Indonesia’s attention.
….
Plans are also to discuss prospects for delivery of simulators for Russian aircraft and helicopters, as well as development of service facilities to provide maintenance of already supplied equipment.
….
“Our business with Indonesian partners is not just about supply of end products. We welcome production cooperation with local defense industry companies. This is in tune with modern trends in the international arms market,” Mr. Dimidyuk added.
Russia delivered Su-27/30 family fighters, Mi-35P and Mi-17V-5 helicopters, BTR-80 APCs and BMP-3F IFVs, as well as a batch of AK-100 assault rifles and other equipment to Indonesia in 1992-2013. The Indonesian Armed Forces still operate some Soviet-era assets, including PT-76 amphibious tanks.
(http://www.rusarm.ru/eng_pr/eng_pr_14_11_05.html)

Selain mengumumkan beberapa alusista yang diekspor ke Indonesia, mereka juga menyebutkan bahwa :
Pesawat SU-35 multi peran, pesawat angkut IL-76MD-90A, BTR-80A, APC, Vena SP artillery system, PTS-4 advanced tracked amphibious carrier, Kornet-EMAT missile system, Pantsir-S1 AD missile/gun system, Kapal selam diesel Project 636 dan Yakhont anti-ship missile juga menarik minat Indonesia.
Hanya sebatas tertarik, yang artinya belum ada kesepakatan untuk membeli SU-35 yang dimaksud. Dan itu sudah pasti belum menjadi milik Indonesia.
Nahh…dari info-info diatas bisa dipahami bahwa posisi Indonesia dihadapan produsen dan pihak eksportir hanya sebagai klien yang tertarik akan barang dagangan mereka, dan sesuai pernyataan diatas Su-35 ada didalam daftar produk yang diminati (bukan dimiliki).
(Anda bisa mengikuti update terbaru di : http://www.rusarm.ru/news/eng_news.html )

Fakta pihak produsen maupun eksportir :
Jika diperhatikan lebih lanjut, bisa diarik kesimpulan dari beberapa fakta yang ada pada perusahan Sukhoi, Knaaz (Knaapo) dan Rosoboron. Apakah itu? Perusahaan-perusahaan tersebut jujur dan transparan dalam mempublikasikan setiap produk yang dimiliki dan ke Negara mana saja produk mereka dijual (diekspor). Yang artinya sumber info tersebut bisa dipertanggungjawabkan kebenaranya.
Di dalam politik boleh saja kita main gerilya. Tapi dalam urusan bisnis (khususnya bidang alat pertahanan negara) tidak dianjurkan yang namanya gerilya, kenapa?

  1. Perdagangan alusista merupakan hal yang sangat sensitif. Dimana kepercayaan, keterbukaan dan transparan adalah modal utama. Yang berkaitan dengan hubungan bilateral antara Negara produsen dan konsumen, dimana alusista yang dibeli dari produsen tersebut menjadi jaminan keamanan Negara konsumen. Dan begitu pula sebaliknya, alusista yang ada ditangan konsumen menjadi jaminan hubungan antara produsen dan konsumen yang memungkinkan teknologi tersebut jatuh ke pihak yang berlawanan dengan pihak produsen.
  2. Kerahasiaan antara produsen dan konsumen adalah mutlak adanya dan terbatas pada poin-poin tertentu yang telah disepakati. Dan kerahasiaan tersebut tidak mengikat hak produsen dan konsumen untuk mencatatnya dalam buku laporan dan publikasi. Yang artinya isi perjanjian boleh dirahasiakan namun kejadian jual-beli wajib dipublikasikan untuk menghindari dugaan korupsi, penyalahgunaan barang dan fitnah publik.

Salah satu contoh bisa dilihat dari pengumuman jual-beli antara Sukhoi dan Indonesia mengenai pesawat tempur SU-family yang sudah dibeli pemerintah untuk TNI-AU pada era MGWT dan SBY. Contohnya sebagai berikut :

Three Su-30MK2s officially handed over to Indonesia
Moscow, 2 February. Three Russian Su-30MK2 fighter aircraft have been handed over today to the Indonesian government.
Delivered to Indonesia on 29 December 2008 and 17 January of this year, all of the fighters have successfully passed flight trials, which proved standard operation of all systems and equipment of the aircraft.
The aircraft have been produced  under a contract signed on 23 July 2007 to supply the Indonesian AF (Airforce – TNI AU) with six fighters: three Su-30MK2s and three Su-27SKMs. The delivery of the latter is scheduled for 2009-2010. Together with four aircraft purchased in 2003 (two Su-27SKs and two Su-30MKs) they must form a squadron that will be based in Makassar.
(http://sukhoi.org/eng/news/company/arch/index.php?id=2999)

Info yang didapat dari pengumuman diatas adalah :
SU-30MK2 secara resmi deserahkan ke pemerintah Indonesia pada 2 Februari dan pengiriman pada 29 Desember 2008 dan 17 Januari tahun ini (2009), keseluruhan pesawat tempur tersebut sudah melewati uji terbang yang mana standar operasi dari seluruh system dan kelengkapan pesawat sudah diuji. Produksi pesawat dilaksankan berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani pada 23 Juli 2007 untuk dikirim ke Angkatan Udara (dalam kasus ini TNI-AU) sejumlah 6 pespur : 3 unit SU-30MK2 dan 3 unit SU-27SKM. Penyerahan kedua dijadwalkan untuk 2009-2010. Bersamaan dengan pesawat yang dibeli pada 2003 (dua SU-27SK dan dua SU-30MK) mereka akan dibentuk  menjadi satu skadron yang bermarkas di Makasar.

Kesimpulan :
Sesuai info-info yang sudah dibabarkan sebelumnya, bisa ditarik kesimpulan :

  1. Muncul isu List A1 Nara yang menghebohkan fansboy, pengamat dan pelaku militer yang memuat daftar alusista dengan spesifikasi yang sangat handal disertakan dengan jumlah pembelian yang cukup banyak dan lengkap dengan waktu pengiriman yang terbilang cukup singkat.
    Namun pihak pelaku militer (TNI) belum mnegkonfirmasi bahwa List A1 tersebut adalah benar adanya. Dan hal itu ditanggapi dengan merilis rencana penguatan struktur TNI dengan menambah jumlah armada tempur dan penguatan system pendukung tanpa menuliskan secara rinci alusista apa saja yang akan dibeli beserta jumlah dan waktu pengirimannya.
  2. Isu mengenai keberadaan SU-35 di Indonesia berdasarkan List A1 Nara yang diperkuat dengan pernyataan salah satu sumber di beberapa formil (forum militer) yang meyakini bahwa pesawat tersebut sudah ada di NKRI.
    Namun berdasarkan info dan tidak adanya pengakuan dan rilis resmi dari pihak yang terkait yaitu Pemerintah, TNI, dan pihak produsen (Sukhoi dan Knaaz/Knaapo) serta pihak eksportir yaitu Rosoboronexport yang membuktikan bahwa Indonesia secara resmi belum mempunyai Su-35.
  3. Keberadaan SU-35 di Indonesia memang benar adanya namun hanya sebatas sampel barang dagangan dan simulator. Hal itu terbukti dari beberapa pengakuan kedua belah pihak (Indonesia – Russia) dan pemerintah kita tertarik untuk mengakuisisi pesawat tersebut.
  4. Info yang dirilis pihak produsen dan eksportir dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena info tersebut dipublish di media resmi perusahaan. (http://knaapo.ru dan http://www.rusarm.ru)

Sekian info yang bisa disampaikan. Jika ada kekurangan, kekeliruan, ataupun yang bersifat berlebihan, mohon bantuan saudara-saudara untuk menambahkan, membenarkan dan merampingkan info-info yang ada dan anda ketahui kebenarannya.

Iklan